Rabu, 08 April 2015

Tidur


Tidur adalah kebutuhan manusia paling pokok yang merupakan sebuah proses fundamental. Tidur didefinisikan sebagai kondisi pelepasan perseptual dari lingkungan yang bersifat sementara dan dapat berulang.
Rata-rata orang meluangkan 6 hingga 8 jam per hari untuk tidur, meski ada juga yang tidur hingga 10 jam per hari atau justru cukup 4 jam per hari. Berarti kita meluangkan hampir sepertiga hari, atau sepertiga hidup, kita untuk tidur, kendati banyak dari kita tidak pernah memikirkan hal tersebut.
Lumba-lumba sebagai mamalia yang cerdas dapat mengistirahatkan separuh otaknya dan mengaktifkan separuh lainnya saat berenang dan mengawasi sekeliling.
Singa tidur sekitar 12 jam per hari, dan mereka dapat melakukan itu karena posisinya yang berada di puncak rantai makanan. Gajah hanya tidur 4 jam per hari, yang mereka lakukan dengan posisi berdiri tegak. Beberapa orang mungkin dapat melakukan hal serupa, tapi kebanyakan orang pasti kesulitan untuk tidur terbalik seperti kelelawar selama 3 bulan sepanjang musim dingin.
Tidur adalah proses aktif
Kebanyakan kita menganggap tidur sebagai kejadian pasif: kita menutup mata dan semua fungsi jasmaniah kita berhenti.
Tidak seperti keyakinan umum, tidur adalah proses aktif yang melibatkan interaksi kompleks dengan fungsi metabolisme dan aktivitas dalam otak yang tinggi. Tidur terbagi ke dalam 2 fase utama: dream sleep atau tidur lelap (rapid eye movement / REM) dan non-dream sleep atau tidur tidak lelap (non-REM). Dream sleep disebut juga slow-wave sleep (SWS) karena gelombang-gelombang otak melambat hingga mencapai pola yang sangat lambat dan terkoordinasi.
Rata-rata, dream sleep atau tidur lelap meliputi sekitar 25% hingga 30% dari seluruh tidur orang dewasa. Pada anak-anak, dream sleep bisa mencapai 50% dari seluruh tidur malamnya. Penelitian mengenai aktivitas metabolisme otak selama fase tidur dan terjaga menunjukkan bahwa selama fase dream sleep aktivitas metabolisme pada sebagian besar otak meningkat dibandingkan pada fase non-dream sleep atau bahkan fase terjaga.
Mayoritas pakar meyakini bahwa dream sleep sangat penting bagi manusia. Sudah diterima secara luas bahwa dream sleep penting bagi kesehatan, penyegaran ulang memori, peremajaan dan kesiagaan mental. Karenanya, dream sleep vital bagi pikiran dan jasmani manusia. Ada beberapa obat yang bersifat penunjang non-dream sleep dan penggunanya akan cenderung merasa amat lelah dan letargi keesokan harinya. Biasanya mereka menganggap kondisi itu sebagai efek samping obat tersebut. Sebenarnya, kondisi itu adalah akibat kurangnya dream sleep pada malam sebelumnya.

Dream sleep ditandai dengan otak yang sangat aktif sementara badan "lumpuh". Ini kesempurnaan anugerah Tuhan agar kita tidak memeragakan mimpi (misalnya jika bermimpi bermain bola, kita tidak menendang dan memeragakannya di tempat tidur, yang akan membahayakan teman tidur).
Tapi ini tidak terjadi pada pasien dengan saluran udara yang sempit, karena saluran udara yang sudah sempit itu akan kehilangan ketegangannya selama tidur lelap dan akhirnya kolaps, sehingga saluran udara bagian atas tersumbat, napas terhenti dan masukan oksigen berkurang. Akibatnya, terbentuklah tekanan pada jantung, otak dan organ tubuh lainnya.
Kondisi ini disebut apnea tidur obstruktif (OSA). Apnea tidur obstruktif merupakan kelainan tidur yang paling umum. Dampaknya terlihat pada tidur yang terganggu, sering terjaga dan kualitas tidur yang rendah. Kondisi ini serupa dengan yang dalam patofisiologi disebut, dan yang sering kita dengar sehari-hari sebagai, kurang tidur. Saat siang hari, pasien merasa mengantuk berlebihan, konsentrasi rendah, daya ingat turun dan mudah marah. Dalam jangka panjang kondisi ini memiliki konsekuensi medis seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke dan kematian mendadak selagi tertidur.
Kurang Tidur
Pada titik tertentu selama sehari setiap orang harus tidur. Jika tuntutan kerja memaksa kita melampaui batas, dan kita tidak tidur selama lebih dari 24 jam, defisit tidur itu akan mengumpul dan refleks serta fungsi mental kita akan menurun. Seiring bergantinya hari, kekurangan tidur ini akan terus mengumpul dan membuat kita menjadi kurang produktif di tempat kerja, mudah murah, depresi dan tertidur saat mengemudi.
Kurang Tidur Menumpulkan Kinerja
Beberapa faktor terkait tidur mempengaruhi kinerja.
1. Dorongan homeostasis untuk tidur malam sangat ditentukan oleh berapa jam kita telah terjaga secara terus-menerus. Selama terjaga tersebut, kita membentuk kebutuhan yang terus dan terus kuat akan istirahat. Kebanyakan kita menganggap dapat mengontrol kebutuhan akan tidur ini, dan kita dapat memilih kapan tidur dan kapan bangun. Yang benar ialah saat kita terlalu lelah, otak akan serta-merta mengambil alih kontrol itu, dan tertidurlah kita.
2. Faktor kedua adalah total waktu tidur seseorang selama beberapa hari terakhir. Jika seseorang dapat tidur setidaknya 8 jam per malam, maka tingkat kesiagaannya akan tetap stabil sepanjang hari. Tapi jika seseorang mengalami gangguan tidur seperti apnea tidur obstruktif, atau tidak tidur selama beberapa hari, dia akan mengalami defisiensi tidur yang akan kian menyulitkan otaknya untuk berfungsi.
3. Faktor ketiga berhubungan dengan ritme sirkadian tidur - jam dalam tubuh manusia yang mengatakan "sekarang tengah malam" atau "sekarang fajar". Tugas ini dilakukan oleh jam neurologi yang disebut "circadian pacemaker". Dialah yang memberi tahu tubuh kita kapan “malam” dan kapan "siang". Karena itu, pekerja shift mungkin merasa lelah terus-menerus karena mereka tidur siang selama beberapa hari, kemudian beralih tidur malam selama beberapa hari berikutnya.
4. Faktor terakhir yang dapat mempengaruhi kinerja adalah apa yang disebut "sleep inertia". Ini adalah perasaan tidak siap yang dirasakan kebanyakan orang saat pertama kali terbangun. Seperti halnya mesin mobil, otak perlu waktu "pemanasan" saat kita bangun. Bagian otak yang bertanggung jawab atas konsolidasi memori tidak berfungsi optimal selama 5 hingga 20 menit setelah kita terbangun dan tidak mencapai efisiensi puncaknya selama beberapa jam. Terdapat masa transisi antara waktu saat kita terbangun dan waktu saat otak kita sepenuhnya berfungsi.

 

Bahaya Kelebihan Tidur (OverSleeping)

Para ahli kesehatan menyimpulkan bahwa tidur yang dianggap sesuai dengan porsi yang diperlukan tubuh adalah 7-8 jam. Apabila kurang maka akan ada pengaruh terhadap kesehatan tubuh manusia, demikian juga jika lebih dari porsi itu, kesehatan juga akan terganggu. Kelebihan tidur disebut Oversleeping. 

kebanyakan+tidurPada 15 abad yang lalu Rosul telah memberikan isyarat tentang kelebihan porsi tidur tersebut sebagaimana tersebut dalam sabda beliau yang bersumber dari Ibnu Masud. Ibnu Mas'ud berkata : " diceritakan (Allah) kepada Nabi Muhammad SAW tentang seseorang yang tidur hingga Subuh (waktu Fajar Pagi), Sabda Baginda Nabi : " Itulah orang lelaki yang dikencingi oleh syaitan pada kedua telinganya" (HR Bukhari dan Muslim) (As-Syaikhan) 

Merujuk hadis tersebut, dapat dipahami bahwa terdapat banyak kejelekan bagi seseorang yang tidur melebihi batas yang seharusnya. Sabda nabi " dikencingi oleh syaitan" merupakan pertanda jelek. Yang namanya syetan adalah mahluk Allah yang paling jelek karena kedurhakaannya. Kalau ditambah dengan kalimat dikencingi oleh syetan tentu jauh lebih buruk dari syetan itu sendiri. 

Subhanallah. Apa yang sekarang terjadi ternyata telah diprediksikan oleh nabi kita jauh sebelumnya. Berikut ini adalah ulasan tentang Pengaruh Kesehatan akibat orang kebanyakan tidur. 

5 MACAM GANGGUAN KESEHATAN AKIBAT KEBANYAKAN TIDUR Terlalu banyak tidur mengandung risiko kesehatan, sama halnya dengan kurang tidur. Para peneliti menyimpulkan bahwa tidur melebihi 7-8 jam dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Adapun beberapa macam gangguan kesehatan akibat kebanyakan tidur antara laian : 

1. Menyebabkan gangguan kardiovaskular
Hasil Penelitian yang dilakukan Warwick Medical School tahun 2007 menunjukkan tidur terlalu banyak dapat meningkatkan risiko kematian dini disebabkan penyakit jantung. Peneliti mengatakan orang yang tidur lebih dari tujuh jam setiap malam, akan berpotensi 2X lebih besar mengalami penyakit jantung, dibandingkan orang yang rutin tidur tujuh jam setiap malam.

2. Lebih Mudah Terkena Diabetes
Kekurangan tidur diketahui dapat meningkatkan risiko diabetes. Demikian pula halnya terjadi juga pada orang yang terlalu banyak tidur. Orang yang tidur lebih dari sembilan jam setiap malam, memiliki 50 % risiko lebih besar menderita diabetes dibandingkan dengan orang yang tidur cukup 7-8 jam. 

3. Menimbulkan keluhan "Sering pusing Kepala"
Orang yang terlalu banyak tidur sering merasa pusing dan mengantuk di siang hari. Ini menyebabkan gangguan pola tidur normal di hari kerja. Selain pusing, kebanyakan tidur juga bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri punggung.

4. Depresi
Efek lain dari terlalu banyak tidur adalah peningkatan risiko gangguan mental, seperti depresi. Orang yang depresi mungkin merasa ingin lebih banyak tidur. Tapi pada gilirannya tidur berlebihan dapat memperburuk depresi itu sendiri. 


5. Menjadi Pemicu Sakit punggung kronis 
Hal yang sama juga berlaku pada orang yang menderita sakit punggung kronis dan sakit kepala. Orang yang mengalami kondisi terburuk mungkin ingin lebih banyak beristirahat dengan tidur, tapi jika dilakukan berlebihan, tidur justru dapat membuat kondisi semakin parah. 


BEBERAPA PENYEBAB OVERSLEEPING Ada beberapa penyebab seseorang menjadi kelebihan tidur (oversleeping) 

1. Sleep apnea
yaitu : jenis gangguan tidur di mana orang berhenti bernapas untuk sesaat ketika tidur dan ini dapat menyebabkan meningkatnya kebutuhan tidur karena membuat siklus tidur normal terganggu. Penderita akan merasa lelah dan lemas meski telah tidur selama lebih dari 10 jam. 

2. Narcolepsy
Narcolepsy merupakan masalah neurologis yang menyebabkan tidur berlebihan. Hal ini terjadi karena kebanyakan tidur memengaruhi kerja bagian otak yang mengontrol dan mengatur tidur. Sehingga membuat penderita tidak dapat lagi mengendalikan waktu tidur, akibatnya penderita dapat tertidur di mana saja dan kapan saja. 

3. Stres dan depresi
Stress dan Depresi merupakan dua perkara yang harus dihindari oleh siapapun dan kapanpun. Keduanya menjadi pemicu oversleeping (tidur berlebihan)

4. Kelelahan
Kelelahan akibat bekerja terlalu keras, gangguan tidur, atau kekurangan tidur merupakan salah satu penyebab utama oversleeping. karena ketika bekerja keras kita akan merasa lelah dan anda cenderung memutuskan tidur lebih lama, bahkan lebih dari sembilan jam, untuk mencoba supaya segar kembali.


4 TIPS MENGHINDARI OVERSLEEPING. Ini lah beberapa tips agar bisa sedikit terhindar dari oversleeping :

1. Pilih nada atau suara alarm yang tepat
Agar kita dapat mengatur lama waktu tidur kita dapat menggunakan ALARM. Memilih suara alarm yang tepat penting artinya untuk mengembalikan kita ke realitas, bahkan dari tidur yang paling dalam sekalipun.

2. Jangan tergoda untuk tidur ringan atau snooze setelah terbangun
Hindarilah penggunaan tombol snooze pada alarm karena hanya akan mengacaukan jadwal alarm tidur kamu.

3. Buat dan Pertahankan jadwal tidur secara teratur
Buatlah kebiasaan yang membuat tubuh kamu teratur untuk beristirahat dan kembali siap untuk beraktivitas pada hari berikutnya. Rencanakan program aktivitas hingga larut hanya pada saat kamu bebas dari pekerjaan pada keesokan harinya.

4. Hindari stress dan depresi berlebih
sempat dijelaskan di atas kalau anda sedang stress akan membuat anda mudah tidur dan tidur lama. Jadi usahakan untuk menghindari hal ini.

Maka kebiasaan dan pola tidur harus diatur. Jangan kekurangan, tapi jangan juga telalu banyak. Dua-duanya tidak baik untuk kesehatan diri kita. Kalau bukan diri kita lalu siapa yang harus menjaganya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar